ganja_antara_fakta_mitos_dan_propaganda_conspiracyindonevia1

Tuhan tidak mungkin menciptakan suatu hal tanpa maksud dan tujuanNya, terutama bagi umatNya. Terutama ketika kita berbicara tentang kontroversi sebuah tanaman bernama latin Cannabis Sativa, atau kita kenal dengan Ganja.

Mari kita bicara fakta, bukan dogma yang dipopulerkan oleh media, dengan labelisasi kriminal terhadap tanaman yang justru penuh manfaatnya bagi manusia.

Ganja, Antara Fakta, Mitos dan Propaganda

Ganja atau Mariyuana (Marijuana) populernya, bisa juga disebut Cannabis memiliki runutan cerita dalam sejarah peradaban kuno (ancient). Umumnya mereka menanam ganja bukanlah untuk mendapatkan sensasi fly, namun bertujuan untuk hal herbal – medis. Dilansir via History.com ganja berawal sekitar awal tahun 500 Sebelum Masehi.

Beberapa bukti ditemukan dalam peradaban kuno di Cina dan Siberia di awal tahun 500 SM, tentang keterlibatan ganja sebagai komoditas dalam seremonial upacara agama dan kelangsungan medis. 

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]”There’s some evidence that ancient cultures knew about the psychoactive properties of the cannabis plant. They may have cultivated some varieties to produce higher levels of THC for use in religious ceremonies or healing practice. Burned cannabis seeds have been found in the graves of shamans in China and Siberia from as early as 500 BC.”[/perfectpullquote]

ganja_antara_fakta_mitos_dan_propaganda_conspiracyindonevia
Via Medicalcannabisreviews

Kemudian berlanjut masuk ke dalam cerita awal koloni negara Amerika, dimana ganja banyak digunakan untuk keperluan industri tekstil dan pakaian. Cannabis berevolusi di Asia Tengah sebelum publik memperkenalkan cara menanamnya di benua Afrika, Eropa dan Amerika. Serat fiber dari ganja dulu sering digunakan untuk pakaian, kertas, dan tali. Juga biji ganja yang sampai sekarang masih digunakan untuk bumbu masakan.

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Mudahnya ganja diproduksi, berefek pada  awal tahun 1600-an, negara- negara koloni di Amerika seperti: Virginia, Massachussetts dan Connecticut membuka peluang bagi para petani untuk membudidayakan ganja sebagai komoditas industri. Dalam artian, ganja adalah legal.[/perfectpullquote]

•••

Cannabis Sativa memang mengandung bahan aktif disebut tetrahydrocannabinol (THC), kandungan inilah yang sering kita dengar perihal membuat efek fly. Yang sering dikonotasikan sebagai hal yang kriminal dan ilegal di mayoritas berbagai negara, terutama di negara tercinta kita ini, Indonesia.

Sayangnya, kebanyakan publik yang malas untuk berpikir lebih dari hulu ke hilir, kenapa ganja harus diilegalkan oleh aturan sistem dalam hukum. Membuat publik kadung antipati dan menelan bulat-bulat propaganda: bahwa ganja lebih banyak mendatangkan hal negatif ketimbang positif.  

ganja_antara_fakta_mitos_dan_propaganda
Via Leafscience

Bagaimana dengan fakta sebuah tanaman ganja perihal keterlibatannya dalam dunia medis?

•••

Sel Kanker Takluk – Tunduk oleh Ganja!

Penelitian di tahun 2007 oleh California Medical Center, membuktikan bahwa ganja berhasil mematikan gen yang disebut “id-1”, yang berpotensi sebagai kanker dalam tubuh manusia. Cannabis Oil, atau minyak hasil ekstrak dari ganja berhasil mematikan pertumbuhan sel-sel kanker agar tidak semakin membesar.

ganja_antara_fakta_mitos_dan_propaganda_conspiracyindonevia
Via marijuanarecipes.com

Ditambahkan fakta lainnya di tahun 2012:

“In 2012, Dr. William Courtney took in a patient and reportedly cured his cancer with cannabis oil. The identity of the patient was undisclosed, but his condition was a congenital benign tumor in his brain. Now, we expect the child to be three years old and enjoying the new breath of life given to him.”

Bahkan testimonial langsung dibawah ini, bahwa ganja justru menyelematkan kehidupan bocah yang katanya divonis oleh medis, hanya “berumur” dua hari kedepan!

•••

ganja_antara_fakta_mitos_dan_propaganda_darrenmiller

•••

Mencegah Kebutaan Mata Secara Herbal

ganja_antara_fakta_mitos_dan_propaganda_glukoma

Menurut laporan National Eye Institute di awal tahun 1970-an, ganja digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata terkena penyakit glaukoma, atau kehilangan penglihatan. Mereka yang menghisap ganja dapat menurunkan Intraocular Perssure (IOP) pada orang dengan tekanan normal dengan orang yang mengidap glaukoma.

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Efek ganja mampu memperlambat proses terjadinya penyakit ini agar tidak semakin membesar, yang berakhir dengan kebutaan.[/perfectpullquote]

•••

Ganja Mampu Melawan Epilepsi

Kandungan THC dalam ganja terbukti mampu mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan ransangan dan mengatur relaksasi. Alasan ini diperkuat oleh studi  yang dilakukan oleh Robert J. DeLorenzo dari Virginia Commonwealth University di tahun 2003, dengan memberikan esktrak ganja dan ganja sintetis pada tikus epilepsi.

Sebuah studi dilakukan pada tahun 2003 memperlihatkan bahwa ganja bisa mencegah kejang karena epilepsi. Profesor Neurologi, Robert J. DeLorenzo, dari Virginia Commonwealth University, memberikan ekstrak ganja dan ganja sintetis pada tikus epilepsi. Obat ganja ini diberikan kepada tikus yang kejang selama 10 jam. Cannabinoid seperti bahan aktif dalam ganja, THC, mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.

Ia bahkan berani berkomentar terbuka perihal studinya:

“Although marijuana is illegal in the United States, individuals both here and abroad report that marijuana has been therapeutic for them in the treatment of a variety of ailments, including epilepsy,”

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]“Pasien yang mengidap multiple sceloris mengalami sedikit kejang otot dibanding sebelumnya. Dan pasien dengan peradangan usus pun, mulai bisa bernafsu makan seperti sedia kala lagi.”[/perfectpullquote]

ganja_antara_fakta_mitos
Via Thecannabiscure
•••

Karena Industri dan Propaganda Media Tidak Ingin Ganja Eksis!

Industri yang bersembunyi dibalik label farmasi – medis, tidak “memperbolehkan” ganja untuk eksis! dibantu oleh penggiringan opini propaganda media mainstream, belum lagi aturan sistem pemerintah menyokong propaganda tersebut. Maka klop dan lengkaplah sudah. 

Ganja, yang dihasilkan oleh alam, bisa dibudidayakan secara gratis dan massal, tanpa harus tergantung dari sebuah industri, haruslah dilarang secara massal. Industri farmasi – medis makin hari makin mengharamkan jenis pengobatan herbal. Yang menurut “penelitian”, metode herbal sangat penuh malpraktek dan efek placebo.

Industri berusaha semaksimal mungkin tiap penyakit yang diidap publik, haruslah bergantung dengan mereka, solusi yang dihadirkan melalui jenis-jenis obat yang kita sendiri tidak pernah tahu betul apa kandungan kimia didalamnya benar-benar berfungsi, atau justru sebaliknya membahayakan kita? 

ganja_antara_fakta_mitos_dan_propaganda_bukti_medis

Ketika mereka mengetahui bahwa ganja yang dihasilkan dari alam itu memiliki efek dahsyat, maka intuisi sang kapitalis; dengan menguasai hak paten dalam ganja segera diluncurkan.

Bagaimana acapkali penderita kanker tervonis, industri menyajikan solusi kemoterapi sebagai jawaban solusi terbaiknya. Faktanya? justru sebaliknya. Silahkan kalian cari tahu sendiri. Go googling!

Bagaimana propaganda menyuarakan bahwa ganja adalah hal kriminal. Kenyataannya? kita justru tidak pernah mendengar sekalipun, ada manusia yang sedang gitting sanggup untuk melakukan hal-hal kriminal bukan?

Bahkan untuk sekedar berdiri tegak dan sepenuhnya sadar pun sulit! hahaha!

ganja_antara_fakta_mitos_dan_propaganda_alkohol_dan_ganja

Sudah saatnya kita berpikir lebih dan mendalam, ada benarnya sedari awal kami pro dan setuju dengan klaim legenda comic  Pandji bilang:

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]”…negara lain nyikapin ganja relatif santai dibandingkan Indonesia, Indonesia tuh negara yang “parno” banget sama ganja…”[/perfectpullquote]

•••

Yah, mungkin wajar bila kita sangat parno dengan ganja. Karena kita kebanyakan publik yang merasa “paham” sembari manut mengangguk iya, padahal tidak pernah mengerti mendalam, fakta dan mitos – propaganda dari Cannabis Sativa itu sendiri. Sembari kita membiarkan logika – rasionalitas kita untuk menerima pasrah, yang diiringi kebiasaan ironis: menghisap racun-racun yang dilegalkan dalam sebuah objek yang disebut, sebungkus rokok.

Justru, anggota legislatif negara ini pernah dilaporkan, karena sengaja menghilangkan isi dari  UU yang menjelaskan efek bahaya rokok terhadap kesehatan manusia. Ironi! yang membunuh justru dilegalkan atas dalih pemasukan pajak. Namun yang menyembuhkan, diilegalkan dan dicap sebagai hal yang kriminal. Lagi-lagi konspirasi? kamu yang menentukan.

•••

Referensi via hellosehat, cureyourowncancer, health.harvard, journals.lww

SaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSave

SaveSave

SaveSave

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *