Ini Alasan Zionis Israel Ngotot Kuasai Al Aqsa

Zionis Israel telah secara terang-terangan memulai proyek penghancuran Masjidil Aqsa yang merupakan masjid tersuci ketiga bagi umat islam sedunia. Jika sebelumnya kaum zionis ini melakukan hal terebut secara diam-diam bahkan menyangkal dengan berbagai dalih, namun di hari kedua bulan febuari tahun 2017 mereka tidak lagi takut untuk terbuka.

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””] Mereka memang berniat untuk menghancurkan Masjidil Aqsa sampai kapanpun, sesuai dengan “anjuran” ramalan bagi kaum Yahudi.   [/perfectpullquote]

Ini_Alasan_Zionis_Israel_Merebut_Al_Aqsa
Ini Alasan Zionis Israel Merebut Al Aqsa

Upaya zionis Israel untuk menghancurkan masjidil Aqsa sudah lama diketahui dunia keinginan mereka untuk membangun kembali “The Solomon Temple”, atau kuil Sulaiman diatas reruntuhan masjidil Aqsa, adalah rahasia umum turun temurun.

Hanya saja apa dasar ideologi dan maksud-maksud tersembunyi dibalik penghancuran masjidil Aqsa dan pendirian The Solomon Temple tersebut. Hal ini masih menjadi pertanyaan besar.

Klaim Sepihak Upaya Meruntuhkan Al-Aqsa

“The Solomon Temple” diyakini dibangun pada tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman AS. Kemudian 370 tahun berikutnya bangsa Babilonia menginvasi  Yerusalem dengan menghancurkan kuil tersebut, setelah itu tentara persia yang dipimpin Cirus merebut Yerusalem dari tangan Babilonia dan membangun kembali “The Solomon Temple.”

Tahun 70 Masehi, pasukan Romawi menyerang Yerusalem dan menghancurkan kembali “The Solomon Temple” sampai rata dengan tanah. Abad demi abad terus berjalan namun cita-cita kaum zionis Yahudi untuk membangun  kembali “The Solomon Temple” terus terpelihara dengan baik lintas generasi.

Ketika gerakan Zionisme Internasional menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Basel,Swiss. tahun 1897 memori ini menemukan momentumnya dan Teodor Herzl menyerukan agar semua yahudi berbondong bondong memenuhi tanah Palestina, yang disebut tanah perjanjian.

Atas klaim sepihak kaum zionis ini mengatakan bahwa dibawah tanah Masjidil Aqsa ini “The Solomon Temple” berdiri sebab itu mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsa kemudian membangun kembali The Solomon Temple di atasnya .

Ini_Alasan_Zionis_Israel_Merebut_Al_Aqsa
Theodor Herzl

Bagi kaum Zionis “The Solomon Temple” merupakan pusat dari dunia, Kuil tersebut adalah pusat seluruh kepercayaan dan pemerintahan segala bangsa keyakinan ini, bukanlah berangkat tanpa landasan dalam keyakinan Yudaisme.

Yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari kitab Taurat yang dibawa oleh nabi Musa AS, bangsa yahudi meyakini bahwa suatu hari nanti seorang Messiah akan mengankat derajat dan kedudukan bangsa yahudi menjadi pemimpin dunia.

Kehadiran Messiah inilah yang menjadi inti dari semangat yahudi untuk memenuhi tanah Palestina, namun hal ini menjadi perdebatan utama di kalangan yahudi yang Pro Zionis dan Anti Zionis.

Bagi yang Pro Zionisme mereka menganggap Kuil sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Mesiah yang akan bertahta  diatas singgasananya. sedangkan bagi kaum yahudi yang menolak zionisme bagi mereka Mesiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple) yang pada akhirnya diperuntukan bagi pusat pemerintahan dunia atau New World Order.

Mengenai benar tidaknya lokasi bekas reruntuhan kuil Sulaiman tepat dibawah masjidil Aqsa para sejarahwan masih berbeda pendapat beberapa peniliti bahwa menyakini wilayah bekas berdirinya kuil Sulaiman tersebut sesungguhnya berada diluar komplek masjidil Aqsa sekarang ini.

[irp posts=”3253″ name=”Karena Trump dan Amerika Memang Menyayangi Israel”]

Sejak menjajah Yerusalem ditahun 1967 kaum zionis selalu berupaya merusak Masjidil Aqsa. Tahun 1969 sekelompok yahudi fanatik berupaya membakar masjid ini. Mereka terus melakukan pengalian dibawah tanah masjidil Aqsa dengan alasan telah melakukan riset Arkeologis. Belum cukup dengan itu dalam terowongan yang digali mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah dibawah masjid agar pondasi jadi rapuh.

Akibatnya sekarang ini banyak pondasi masjid yang sudah rapuh dan jika ada gempa bumi sedikit saja maka bukan mustahil masjidil Aqsa akan runtuh. Sekarang tentara zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan masjidil Aqsa mereka tidak lagi mengeluarkan dalih macam-macam apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir.

Hari Akhir

Menyongsong berdirinya kuil sulaiman presiden zionis Israel Moshe Katsav  melayangkan sepucuk surat kepada perdana mentri Vatikan yang berisi permintaan agar tahta suci vatikan mengembalikan seluruh harta karun dan benda-benda berharga yang diyakini memenuhi kompleks  tanah suci kepada mereka.

Kaum zionis masih ingat betul ketika ditahun 70 Masehi pasukan romawi menyerbu Yerusalem dan memboyong banyak harta karun dari kuil Sulaiman dan membawanya ke vatikan.

Jika harta karun sudah dikembalikan maka ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah yakni mereka harus menemukan dan menyembelih serta membakar seekor sapi betina bebulu merah berusia 3 tahun dan belum pernah melahirkan anak.

Untuk yang satu inipun kaum zionis telah mempersiapkan melalui suatu proses rekayasa genetika ditahun 1997 mereka telah mendapatkan seekor sapi dengan ciri-ciri tersebut hanya saja terbentur satu persyaratan lagi yakni menyembelih dan membakar sapi merah ini harus dilakukan diatas kaki bukit zaitun.

Masalahnya daerah ini sekarang belum bisa dijajah zionis Israel, seperti wilayah palestina lainya. Kaki bukit Zaitun masih berada di tangan yang berhak yakni di tangan bangsa Palestina sebab itu kaum zionis selalu berupaya tanpa lelah  mengusir orang-orang Palestina dari wilayah ini.

Memperdaya Pemeluk Kristiani

Guna mencapai tujuannya kaum zionis tidak berusaha sendirian mereka  juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum muslimin. Untuk memperdaya umat kristiani kaum zionis menyusup nilai-nilai talmut kedalam Bible seperti yang terjadi di Injil kofi atau injil darby, bahkan injil versi King James sebagai Injil resmi barat pun demikian sebab itu tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah sama sebangun dengan kaum yahudi, padahal didalam banyak ayat-ayat Talmud kaum yahudi ini begitu keras permusuhannya terhadap Kristen dan Yesus.

Keyakinan Injil juga menyebut tentang hadirnya Messiah kembail ke muka bumi Maranata atau the second coming dalam wujud tuhan seutuhnya. Kaum yahudi menggiring opininya bahwa Maranata tidak akan terjadi sebelum Haikal Sulaiman berdiri kemabali di Yerusalem. Kesamaan Pandangan inilah yang membuat orang-orang kristen mendiamkan ulah kaum zionis hendak menghancurkan masjidil Aqsa.

Orang-orang kristen ini telah terbius dengan retorika dan racun zionis sehinggan tidak bisa bersikap kritis dan meraka lupa bahwa salah satu agenda utama zionis ini adalah juga meruntuhkan tahta suci vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem. Dari sisi hukum nasional upaya penghancuran masjidil Aqsa juga tidk bisa dibenarkan berdasarkan revolusi dewan keamanan PBB nomer 242 dan beberapa resolusi lainya rezim zionis Isreal wajib  melindungi masjid ini dan menuntut zionis agar mundur dari seluruh wilayah tepi barat sungai Jordan dan jalur Gaza dan menyerahkan wilayah itu kepada penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina.

Namun dalam tataran praktek resoslusi ini tidak dijalankan. Menurut keyakinan yahudi jika Messiah sudah bertahta diatas singgasana haikal Sulaiman maka Messiah itu memimpin kaum yahudi untuk memerangi siapapun yang tidak mau tunduk kepada New World Order yakni si yahudi itu sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *