karena_trump_dan_amerika_sangat_menyayangi_israel_conspiracyindonevia

Dengan memindahkan kantor kedubes negaranya ke Yerusalem, sampai tibalah ia menyebut Yerusalem adalah ibukota Israel. Semakin jelas terlihat, bagaimana Trump dan “Amerika”-nya memang menyayangi Israel. Terbuka, sejak dulu.

Turun temurun siapapun presiden yang menjabat dibalik meja Gedung Putih, jangan tanya bagaimana shadow government, atau pemerintah bayangan bergerak mengatur para Presiden terpilih.

Selain tergabung dalam Bildeberg Group, masih banyak organisasi bayangan lain yang sangat berperan dalam kebijakan kontroversial  sang negara adidaya.

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Faktor mistisme lainnya yaitu, memenuhi sebuah ramalan (prophecy) ribuan tahun lalu terhadap Yerusalem. Selain alasan politis yang terekspos tentunya. Ia mencoba untuk menjadi “penentu” dalam alur cerita prohecy itu. [/perfectpullquote]

•••

Kuatnya Sokongan Para“Bohir”

Para pengamat politik  mengatakan bahwa keputusan Trump bukanlah mencerminkan suara kebebasan rakyat Amerika. Trump hanyalah berdiri dibalik kepentingan misi dari para “Bohir”, juragan – juragan elit; para pemilik modal dengan kekuatan finansial tak terbatas. Dibantu oleh para pelobi ulung yang sangat pro Israel.

Kebenaran ini terbukti dengan survei yang diadakan oleh “American Jewish Opinion”.

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Sebanyak 63% voters berseberangan dengan keputusan Trump. Termasuk 44% voters dari kubu Republikan di dalamnya.[/perfectpullquote]

Ditambah kekuatan dasar kaum konservatif dalam Republikan, sudah menjadi rahasia umum, bahwa para “Bohir” kapitalis pemilik modal, dibantu pelobi-pelobi ulung dalam parlemen, sangatlah tidak tersentuh peran mereka dalam parlemen dan kebijakan politik Amerika.

“Servis” AIPAC yang Beranjak Naik Drastis

Dalam laporan dibawah ini, terjadi kenaikan drastis bagaimana Trump mendapatkan “servis” lebih banyak dalam gelontoran uang kertas oleh American Israel Public Affairs Comittee (AIPAC), organisasi yang isinya terdiri dari para pelobi ulung pro Israel, yang sangat berperan penting dalam kebijakan politik Amerika tiap saat.

Karena_trump_dan_Amerika_memang_menyayangi_israel
Via QZ

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Trump menjadi satu-satunya presiden Amerika yang paling terbanyak mendapatkan “servis” dari American Israel Public Affairs Comittee (AIPAC).[/perfectpullquote]

karena_trump_dan_amerika_sangat_menyayangi_israel

•••

Bukan Rockefeller ataupun Greenspan, maupun klan Soros yang kali ini tersorot media. Melainkan “Bohir” yang juga juragan judi – kasino terbesar di Amerika,  Sheldon Adelson dan istrinya, Miriam Ochsorn.

Pasangan ini tercatat sebagai salah satu donatur terbesar personal dalam kubu Republik, terutama ketika kampanye Trump di tahun 2016. Tidak main-main, uang kertas sebanyak 83 juta dollar ia hibahkan untuk partai Republik dan Trump.

karena_trump_dan_negaranya_sangat_menyayangi_israel_conspiracyindonevia

Sheldon Adelson dan sang istri, Miriam Ochsorn bersama penasihat Gedung Putih, Stephen Bannon. Januari 2017

Michael Green, profesor sejarah University of Nevada bahkan berani menyatakan keterlibatan mereka dalam konspirasi terbesar dalam tujuh puluh tahun berdirinya negara kontroversial Israel: “There’s a theory that Miriam is the real driver on a lot of these issues.”

Pasangan ini juga tertangkap mengadakan jamuan makan malam privat di Gedung Putih pada tanggal 2 Oktober lalu. Diindikasikan mereka sedang membicarakan – merencanakan insiden “false flag” kemarin, penembakan Las Vegas.

•••

Harapan Akan Ramalan oleh “Evangelikal” dan Para “Rabbi”

Disaat Trump disokong kekuatan modal dan para pelobi ulung dalam parlemen, ia juga didukung penuh kaum kanan kristiani radikal. Mereka menyebutnya dengan “evangelikal”,  walaupun sebanyak 71% publik Amerika mayoritas Kristiani, namun hanya sepertiga dari jumlah itu yang diidentifikasikan sebagai “evangelical”.

Beberapa dari “evangelikal” merefleksikan isi dari kitab Perjanjian Lama tentang Yerusalem memang ibukota dari Israel. Seribu tahun sebelum kedatangan Yesus Kristus, dan apa yang terjadi setelahnya.

Menurut Gary M. Burge via The Atlantic, mereka percaya bahwa dengan menjadikan kota Yerusalem sebagai ibukota dari Israel, setidaknya menjadikan ramalan ribuan tahun lalu, perlahan terwujud; sebagai panggung kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya.

Senada dengan “evangelikal”, sebanyak dua ratus lima puluh rabbi-rabbi kaum Yahudi menuturkan rasa terima kasihnya kepada Trump. Pemimpin tertinggi para Rabbi, Yitzhak Yosef dan pemimpin religius Israel, Rabbi Haim Drukman langsung memanfaatkan momentum politis dengan menuliskan surat resmi untuk dipublikasikan kepada media dunia.

Mereka menyanjungnya, “You will be remembered in the history of jews people.”

karena_trump_dan_amerika_sangat_menyayangi_israel
Trump dan Rabbi Yitzhak Yosef

Kebanyakan para Rabbi lekat dengan keberpihakan mereka terhadap Zionisme. Perlu diketahui, Zionisme bukanlah berarti sudah pasti kaum Yahudi terlibat di balik paham kotor tersebut, banyak kalangan non Yahudi juga terlibat dalam praktek Zionisme.

Pernyataan dari Rabbi sub-sekte yang anti-Zionis, sekte Satmar berani untuk mengecam Trump. Dengan memindahkan kedubes Amerika ke Yerusalem, justru akan membahayakan kaum Yahudi lainnya yang ada di Israel maupun di dunia.

Mereka akan “ketempuhan”, menjadi sasaran amarah, membayar dan bertanggung jawab atas kejahatan praktek Zionisme, yang belum tentu mereka sepaham dan terlibat akan hal itu.

Akankah Terjadi “Armageddon”?

Dalam ramalan, disebutkan bahwa akan terjadi peperangan besar-besaran selayaknya situasi kiamat (Armageddon) di Timur Tengah. Disaat bersamaan, Yesus Kristus akan turun kembali ke muka bumi dan menghancurkan para musuh-musuhNya. Wajar bila kaum radikan kanan “evangelikal” sangat mendukung Trump, bila kita menilik sisi ini sebagai alasan.

Dan bagaimana ramalan terhadap kaum Yahudi itu sendiri?

Pasca pasukan Romawi (Roman) menghancurkan kuil kedua milik mereka pada tahun 70 sesudah Masehi, tiada lagi kuil (temple) kaum Yahudi berdiri di sekitaran kuil Mount. Ramalan akan berdirinya kuil ketiga suatu saat nanti dicantumkan dalam “Book of Daniel, Matthew, and Revelation.”

•••

Keberpihakan PBB dan Pancingan Holocaust

PBB (United Nation) hanyalah sekedar pajangan pemanis dibalik label “persatuan”, yang nyatanya malah berdiri penuh dibelakang Israel beserta sang kekasihnya, Amerika. Di awal kejatuhan kerajaan Ottoman, Inggris dan Perancis memang memegang kendali teritori yang saat itu disebut dengan “British mandate for Palestine”. Mandat Inggris terhadap Palestina.

Disinilah letak provokasi kecil pertama yang pada akhirnya merenggut kekuasaan rakyat Palestina atas negara mereka, Inggris membiarkan imigrasi gelombang kecil kaum Yahudi di berbagai belahan Eropa untuk boleh menjejakkan kaki mereka ke tanah rakyat Palestina.

Pada tahun 1930 Inggris membatasi imigrasi dalam skala tertentu, namun nasi sudah menjadi bubur, kaum Yahudi saat itu sudah menemukan formasi militer mereka. Mereka menjadi tamu yang kurang ajar dengan menghantam Palestina dan menolak keras mandat – aturan dari Inggris. Mereka memilih perang sebagai jawabannya.

Kemudian pecahlah tragedi konspirasi Holocaust di rezim Adolf Hitler, tragedi yang memang “dibuat” untuk menimbulkan alasan terkuat dan simpatisme kepada kaum Yahudi, memaksa PBB untuk mengeluarkan aturan konyol terhadap tanah Palestina.

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Holocaust dibutuhkan untuk menarik atensi dunia, bahwa kaum Yahudi dikisahkan tertindas – dibantai oleh rezim Hitler, isu ini berhasil dimainkan. Daya tawar Israel terhadap tanah jajahannya, semakin besar peluangnya di mata dunia.[/perfectpullquote]

holocaust_hoax

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Populasi kaum Yahudi di dunia pada tahun 1933 sebanyak 15,315,000 jiwa. Dan di tahun 1948 populasi mereka tercatat sebanyak 15,753,000 jiwa. Anehnya, kemana hilangnya 6 juta nyawa kaum Yahudi yang konon katanya menjadi korban dari Holocaust?[/perfectpullquote]

Dengan membagi Palestina kedalam dua bagian teritori, kemudian menjadikan Yerusalem sebagai negara bagian internasional yang diatur oleh PBB, maka perlahan peran PBB terlihat seperti kolonialisme kaum Eropa kepada rakyat Arab. PBB tidak bersikap seimbang, hanyalah sekedar pajangan, layaknya boneka yang diatur oleh sang “dalang”.

Di tengah chaos dan konflik antara Palestina dan Israel, Inggris memilih angkat tangan dengan minggat dan terjadilah perang Arab.

Di tahun 1948, karena Israel memenangkan peperangan, dinyatakanlah berdiri negara Israel. Sejak itu dimulailah pengusiran rakyat Palestina oleh mereka secara besar-besaran, tercatat sampai saat ini sudah lebih dari 7 juta jiwa rakyat Palestina yang tadinya hidup aman dan damai, berstatus menjadi pengungsi akibat kekurang ajaran Israel.

karena_trump_dan_amerika_sangat_menyayangi_israel

Kita bisa lihat bagaimana agresi Israel “mencaplok” teritori negara sah Palestina dari tahun ke tahun semakin brutal dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

karena_trump_dan_amerika_sangat_menyayangi_israel
Via Pinterest

Fakta statistik bagaimana keberpihakan PBB dan sekutunya yang menutup mata atas kejamnya pembantaian tentara Zionis Israel terhadap rakyat sipil Palestina, beserta jarahan tanahnya.

karena_trump_dan_amerika_menyayangi_israel
Via Vox

Muatan politis beserta ramalan kuno mendorong Trump untuk terus-terusan menjadi Presiden kontroversial sejak ia terpilih. Bila memang mengacu kepada beberapa prediksi agama Kristiani, Yahudi dan Islam.

Kesamaan motif akan tanda-tandanya akhir jaman seakan ingin dipertontonkan jelas. Dengan sokongan materi dari berbagai sumber, dibantu propaganda “Post Truth” oleh media-media mainstream. 

Lagi-lagi sekedar “konspirasi”, atau kebetulan yang berulang kalinya sekedar “betul” terjadi?

Kamu yang menentukan. Think more!

Lebih lengkapnya kamu bisa simak video singkat dokumenter via Vox dibawah ini tentang konflik Israel – Palestina.

•••

Referensi via qz,  dailysabahahram, rasoolurrahmah, vox

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *