manipulasi_waktu

Manipulasi yang penuh motif dibalik kekuasaan

Sistem Julian diawalnya menjadikan hari Sabtu sebagai hari pertama, berakhir di hari Jumat. Dengan otorisasi Council of Nicea di Turki, tiba-tiba dihapuskan, dengan Minggu menjadi hari pertama kemudian Sabtu adalah hari terakhir.

Di momen sistem Julian salah dalam menentukan perhitungan tanggalan, mereka tidak mempublikasikan bahwa kesalahan itu didapatkan dari kalendar kaum Mayan. Mereka segera membumi hanguskan semua literatur kuno Mayan di tahun 1562.

Kaisar Julius ingin namanya tercatat sejarah, maka dicatatkanlah dalam bulan bernama Juli, bersamaan dengan kaisar August, yang juga dihadiahkan bulan bernama Agustus.

manipulasi_waktu

Saat Paus Gregory XIII mengganti sistem Julian dengan Gregorian di tahun 1582, di awal peralihan transisi perhitungan tidak diganggu gugat dan berjalan normal. Namun di bulan Oktober sengaja ‘dihilangkan’ sepuluh hari dalam waktu satu malam. Ketika kita tidur pada tanggal 4 Oktober 1582, keesokan harinya sudah terhitung menjadi 15 Oktober 1582.

Di awal dirilisnya Gregorian, hanya Italia, Spanyol, Portugal dan beberapa bagian dari Perancis. Wajar, karena dominasi Katolik di negara-negara tersebut. Sampai di pertengahan abad ke-20 barulah mayoritas negara di dunia menggunakan Gregorian.

Oktober seharusnya di urutan kedelapan, bukan kesepuluh. September menjadi ketujuh, bukan kesembilan.

Kosakata “Hours” yang artinya jam, dinukil dari nama dewa Mesir kuno, Horus. Yang dipercaya membagi satu hari menjadi dua bagian, dua belas jam siang dengan dua belas jam malam.

•••

Karena Ia menciptakan sarat makna dan tujuan

Matahari, bulan dan bintang tidak diciptakan sekedar hiasan langit. Matahari terbit sebagai pertanda hari bermulai, disambut sang bulan bergantian iringi sunyinya malam. Rasi bintang menandakan kapan harusnya kita bersiap-siap menyambut pergantian musim.

Kaum Maya kuno, Mayan. Memperhitungkan orbit bulan terhadap bumi dengan sangat akurat dibandingkan sains modern. Memprediksi kapan waktunya gerhana bulan — matahari dengan tingkat pemahaman astrologi dan perbintangan di atas normal. Babilonia kuno juga melakukan serupa, yang acuannya masih dijadikan NASA dalam memprediksi gerhana bulan — matahari.

Islam menjadikan bulan sebagai acuan tanggalan, hari dan tahun dengan Qomariyah. Serupa, kalangan Nasrani dan Ibrani menggunakan Luni Solar. Acuan Buddha yang mirip Luni Solar, juga persis dengan apa yang tertera dalam kalendar Saka kepercayaan Hindu.

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Luni Solar menggambarkan penanggalan konstan: 7 hari seminggu, dengan pengulangan tiap bulannya berdasarkan tanggal — hari yang sama berdasarkan fenomena fase bulan.[/perfectpullquote]

Sang bulan sering dikonotasikan sebagai representasi kaum hawa, wanita. Mungkin erat kaitannya dengan siklus datang bulan per dua puluh delapan hari normalnya, persis fenomena bulan terhadap alam.

Acuan dasar yang ditetapkanNya melalui pesan benda-benda langit di alam semesta, diperkuat oleh sabda melalui tuntunan kitab-kitabNya.

Menjadikan acuan ciptaanNya dalam fase bulan sebagai penanda alur — ritme bagaimana seharusnya manusia berpatokan. Bukan bersumber dari acuan sang dimensi waktu, yang sudah banyak campur tangan oleh motif terselubung manusianya.

Karena alam mengandung pesan yang sangat mendalam. Bagi mereka yang mau untuk berpikir. Sejarah memanipulasi hal mendasar bagi umat manusia, di balik tameng otoritas kekuasaan pemegang tampuk peradaban.

Jadi, sebenarnya.

Manipulasi sang waktu, memaksa sisi spiritual dalam diri untuk tidak lagi sadar penuh akan kontrol dan fenomena alam. Kita otomatis tidak lagi sadar untuk mengamati perubahan alam, karena sudah terjerumus patokan dimensi waktu yang manipulatif.

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Dilahirkan untuk menjadi budak — budak sang dimensi sang waktu yang sejak lahir sudah menempel otomatis.[/perfectpullquote]

Karl Marx mengatakan dalam “Das Kapital”, untuk bekerja selayaknya mesin, para pekerja seharusnya diajarkan sejak kecil, agar mampu cepat beradaptasi dan menerima keseragaman.

Pernyataan ini telah diimplementasikan jauh hari, dalam pola birokasi, perusahaan dan institusi di manapun. Berhati-hatilah terhadap sebuah asumsi. Terutama saat bersinggungan dengan sebuah teologi, menyangkut keyakinan – keagamaan manusia.

Diawali dengan asumsi yang dibuat seakan tanpa cela, justru memiliki kandungan politis yang jarang terungkap. Asumsi yang salah nan politis, memanipulasi keseluruhan rangkaian dan ritme hidup kita sampai di hari ini.

Karena memang benar, sejarah ditulis bagi pemenang. Sudah sadarkah kita, apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan kita?

Jangankan bentuk bumi, dimensi waktu yang mengatur ritme dasar kehidupan kita pun, dimanipulasi tanpa kita ngeh.

•••

Via: Eric Dubay “Time Manipulation.”

Comments

  1. konspirasi terbesar adalah perubahan kalender dan penghilangan waktu di suatu jaman, sejak banjir bandang nuh ada 3 penghilangan waktu, coba di angkat yang ini broo

    1. Thanks bro! betul, masih banyak manipulasi urusan soal waktu sebelum kehadiran Roman Empire.
      Next kita coba angkat fakta sejarah yang bro maksud, tapi kita butuh waktu untuk riset mendalam terkait fakta – hipotesa dari berbagai sumber.

      Thanks for reading bro.

    1. Terimakasih Mas Ari atas penilaiannya, kami akan berusaha terus mengupdate artikel tetap kunjungi website kita dan nantikan artikel selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *