memahami-trik-berjudul-controlled-opposition-conspiracyindonevia

DISCLAIMER: Khusus diperuntukkan bagi kalangan yang melabeli diri mereka dengan istilah “truthseeker”, para pencari kebenaran yang sebenarnya. Mohon Jangan lanjutkan membaca bila “belief” dalam diri menolak untuk mengetahuinya. Let’s go!

“Benarkah ketika kita ‘terbangun’ oleh sebuah ‘red pills’ yang membuka mata akan kebenaran yang disembunyikan, itu benar-benar sebuah kebenaran yang apa adanya? atau jangan-jangan…..”

memahami_trik_berjudul_controlled_opposition

Jangan-jangan, persepsi kita mengatakan itu sebuah “kebenaran” karena terpengaruh persepsi kebanyakan teman-teman kita pemaham konspirasi (truthseeker), ad-populum istilahnya. Atau jangan-jangan kita semua ini terserang placebo effect?

Bukan karena kita “mengetahui” sebenar-benarnya dengan mencari tahu sendiri?

Ehm. Maybe yes, maybe not. Mari kita membahas sebuah “controlled opposition”, atau kontrol oposisi.

Taktik ini memang rapih dan lihai dalam mememanipulasi, menggiring kita tanpa sadar (unconsciousness) kedalam lingkar labirin para “controlled opposition”, sepertinya kita merasa seperti manusia yang sudah “melek” dan sadar,  ternyata tidak.

Apa itu “Controlled Opposition”

memahami-sebuah-trik-berjudul-controlled-opposition

Ketika perlahan sebuah kebohongan – propaganda yang sistematis itu terbongkar, maka akan ada pihak-pihak yang tidak ingin semua ini ditelanjangi. Terutama yang bersinggungan dengan pemegang otorisasi tertentu (status-quo), umumnya adalah pemerintah – pemilik suatu sistem.

“Controlled Opposition” adalah langkah preventif yang diciptakan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mengerdilkan pihak yang beroposisi dengan mereka.

memahami-sebuah-trik-berjudul-controlled-opposition
COINTEL PRO – COunter INTeligence PROgram

“COINTELPRO (a portmanteau derived from COunter INTELligence PROgram) was a series of covert, and at times illegal, projects conducted by the United States Federal Bureau of Investigation (FBI) aimed at surveilling, infiltrating, discrediting and disrupting domestic political organizations.”

Dalam perjalanan sebuah peradaban, mayoritas semua pemegang otorisasi (government) pasti menggunakan trik ini. Untuk menundukkan dan memecah perhatian para publik yang kadung terlanjur menyadari adanya kebenaran yang telah “disembunyikan”, dengan titel: konspirasi.

“Untuk mendominasi dengan mengontrol persepsi oposisi status-quo, dengan memecah perhatian publik agar semakin jauh dari “esensi” kebenaran yang sebenarnya.”

memahami-trik-berjudul-controlled-opposition

Terlihat tidak vulgar memang, trik ini sangat halus dan butuh ketelitian mendalam dan detil untuk menganalisanya.

Itu kenapa bila kalian bertanya-tanya, kenapa tidak ada tindakan frontal dari oposisi (status-quo) ketika kebobrokan propaganda mereka terbongkar?, karena mereka tidak akan melakukan hal “kotor” seperti itu. “controlled opposition” adalah jawabannya.

“The deeper that you dive down the rabbit hole the closer you will be to realising that you have been programmed since birth – it’s a very harsh reality, but it is true!”

•••

Mendiagnosa Gaya Main “Controlled Opposition”

memahami-trik-berjudul-controlled-opposition

Persis dengan gaya media mainstream yang memang didanai oleh para juragan – elit dengan motif politis. Mereka menggunakan kekuatan jaringannya untuk membangun, mempengaruhi, dan menggiring opini – persepsi publik ke arah yang justru jauh dari esensi kebenaran itu sendiri.

Kita harus dengan cermat mengenali – mendiagnosa salah satu trik halus ini. Bisa-bisa kita yang tadinya merasa sudah tersadarkan, hanyalah berada di kubangan yang “itu-itu saja” dengan pola kontrol – manipulasi, yang kita sendiri tidak sadar utuh.

Pertama yang harus diingat, untuk menebak trik gaya main “controlled opposition,” kita perlu berpikir menyeluruh, berimbang dan kritis, tanpa mengandung muatan politis.

Benar adalah benar, salah adalah salah. Sekalipun, kepercayaan yang selama ini kita percayakan, ternyata salah (disinformasi).

Yang kedua, jam terbang dalam mengamati pola dalam tiap isu-isu konspirasi. Diperlukan banyak referensi yang tidak “itu-itu saja,” untuk menyadarainya. Dengan bantuan lingkungan yang diisi oleh teman-teman diskusi yang memang kritis tanpa menggilai pihak ini – itu tertentu.

Kebanyakan pelaku “controlled opposition” adalah pemeran yang sudah disiapkan, atau mereka yang sudah terjaring rayuan oposisi untuk menjadi bagiannya, bisa kita bilang agen bayaran – aktor.

Di kalangan flat earth, pelaku “controlled opposition” ini populer disebut sebagai “Shills” .

1. Membicarakan Sebuah Kebenaran Sebagai Isu Utama

Kebenaran adalah alat jualan yang kesannya dibukakan lebar-lebar oleh para pemain “controlled opposition.”, mereka tidak akan jauh-jauh dari koridor isu “kebenaran” itu sendiri.

Kelihatannya “mungkin” seperti itu. Mungkin loh.

Kecurigaan publik semakin minim bila mereka menggunakan isu yang terlihat sangat kontras dengan “kebenaran”, mereka menyaru ibaratnya. Tetapi isu kebenaran itu sendiri hanyalah membuka di permukaan, tanpa berani untuk menyinggung – menyebut siapa yang bertanggung jawab sampai ke akar-akarnya.

2. Kebenaran yang “Setengah-setengah”

Ini penting!

Kebenaran yang hanya disajikan “nanggung,” setengah-setengah. Tidak diberikan sebagaimana isi – konten topik kebenaran itu sendiri!

Mereka tidak akan pernah membeberkan dan membuka tabir dari sebuah kebenaran itu dengan menyeluruh, dari hulu ke hilir (komprehensif).

memahami-trik-berjudul-controlled-opposition

Taktik ini terbilang ampuh untuk memanipulasi publik awam yang baru menyadari fakta sebuah konspirasi.

Sayangnya, mereka yang menelan bulat-bulat sebuah kebenaran yang diteriakkan mereka, publik awam kadung percaya begitu saja, kemudian tidak melanjutkan pencarian ke fase yang lebih lengkap dari sumber yang lain.

Dan pasti ada bagian – bagian dari topik kebenaran itu sendiri yang sengaja tidak pernah mereka sentuh untuk dibahas.

Beberapa contoh kasusnya seperti dibawah ini:

Eric Dubay menyajikan kebenaran di awal, anehnya ia tidak pernah dengan rinci menjabarkan keborokan Zionisme dan kontroversi Yahudi. Ia bahkan menolak eksistensi dari Yahusha.

Lebih lengkapnya disini: “Eric Dubay Exposed 2017.”

Edward Snowden tidak pernah bersaksi bahwa NSA (National Security Agent) memata-matai rakyatnya sendiri,  ia sama sekali tidak menyinggung bagaimana tragedi “WTC 9/11” dan fakta-fakta politisi korup di negaranya mengontrol kebijakan negaranya sendiri.

Bagaimana Alex Jones, truthseeker yang di awal eksistensinya sangat lantang meneriakkan isu-isu kebenaran dan bobroknya sistem di Amerika; perlahan menjadi “lembut” dengan hanya membahas isu-isu tertentu, tanpa berani menyentuh isu-isu yang krusial dan menyeluruh.

Pernyataan populer dalam info-info konspirasi, seperti, “Pemerintah tidak salah, karena mereka hanyalah korban dari sistem,” dan contoh lainnya, “Jangan terlalu dalam dalam membahas isu konspirasi ini,” adalah salah satu pola mereka beralibi secara manipulatif.

Tidak banyak yang ngeh akan hal itu, karena kadung kita dibuat takjub dengan disentilnya kesadaran di awal tentang bagaimana banyaknya kebohongan – propaganda.

Di sini kita mengangguk seakan setuju, agak lucu memang, kita sudah tahu sama tahu; bagaimana sikap pemerintah terhadap rakyatnya dari zaman ke zaman, turun temurun. Terutama belakangan ini.

Pernyataan seperti di atas, bahwa pemerintah tidak salah karena mereka juga korban, itu sangatlah konyol dan irasional, yang jelas-jelas menggiring nalar alam bawah sadar kita untuk sepakat bahwa pemerintah itu innocent. Tidak bersalah.

Bilamana pemerintah selayaknya kepemimpinan di era Bung Karno, bolehlah narasi itu terucap, bagaimana dengan situasi saat ini? apakah gelontoran triliunan rupiah dari pajak rakyat untuk proyek fiktif bernama satelit, yang disetujui oleh pemerintah itu sendiri, nampak jelas bahwa mereka hanyalah korban?

Korban kok menikmati perannya dalam menjaring korban lain, yang tidak lain rakyatnya sendiri?

Silahkan berkunjung ke situs ini, dan lihat bagaimana kacaunya lembaga yang memakan triliunan rupiah dari pajak rakyat namun tidak becus dalam merilis informasi pers di kolom itu!

Kamu yang menentukan. Think!

3. Pengakuan dan Eksistensi

Ketika sedang – akan ramai isu tersebut, maka agen-agen “controlled opposition” sudah pasti berada di tengah keramaian isu itu. Mereka tidak akan menjadi kontra dengan hipotesa yang mainstream, karena pola itu akan menimbulkan kecurigaan di kalangan truthseeker.

Mereka pasti eksis di pusaran isu-isu teori konspirasi yang sedang hot. Mereka ingin publik awam tertuju kepada mereka dengan hipotesa dan eksistensinya. Menjadi bagian mainstream dari isu itu sendiri, tanpa memberikan pemikiran kritis sekalipun ada yang janggal dalam substansinya.

4. Digiring untuk Ke “Satu Arah”

memahami_trik_gaya_main_controlled_opposition

Pemeran – aktor dari para pelaku “controlled opposition” akan memaksakan secara halus atau frontal untuk ke satu arah persepsi – hipotesa. Dengan tidak membiarkan kebenaran yang sebenarnya itu terungkap. Sengaja menggiring ke arah rancu, bias, yang penuh anomali bila kita teliti lebih dalam.

Dengan menggiring ke “satu arah”, baik dalam bentuk hipotesa – persepsi maupun tingkah laku, publik yang terlanjur tahu fakta konspirasi adalah nyata di awalan, perlahan akan dibelokkan ke hipotesa – persepsi yang sebenarnya bukan itu realitanya.

Padahal seharusnya, dan sudah menjadi aturan baku bagaimana ketika kebenaran itu seharusnya berjalan; tidak perlu dikontrol untuk dipaksakan ke satu hipotesa ataupun pemikiran itu sendiri.

Kebenaran tidak mengenal otorisasi, pola baku; seharusnya begini dan begitu. Esensi kebenaran itu  sendiri ketika dalam pengaruh kontrol, otomatis akan menjadi produk legalisasi dibawah auhority (otorisasi).

“When the true truth revealed, there’ll be another ‘fakery’ truth published.”

Ketika ada sebagian kecil yang berbeda kontras hipotesa tentang teori konspirasi yang sedang marak, mereka tidak akan memberikan ruang untuk berdiskusi, dengan melontarkan tuduhan-tuduhan irasional yang diluar substansi teori itu sendiri.

Berbagai alasan akan digunakan, dari kontrol media, publik sampai memperlibatkan para pengikut teori yang mereka “patenkan.”

Ketika isu yang dipertanyakan seputar isi – topik keabsahan dari teori konspirasi itu yang banyak mengandung kejanggalan – anomali, mereka tidak akan menjawabnya dengan sederhana. Ad-hominem pasti digunakan untuk membunuh karakter, bukan menjawab substansi dari teori itu sendiri.

Mereka tidak sungkan untuk tampil selayaknya orang yang “terlihat” benar-benar cerdas dan tahu semua, atau sebaliknya, menjadi tontonan – cemoohan dengan gaya yang konyol.

Sang rapper, B.O.B. Yang diawal kemunculannya dengan teori flat earth mendadak menjadi “tolol” nan komersil, dengan mencoba membuka sumbangan publik untuk pembuatan satelit.

Lihat bagaimana “Flat Earth Conference 2017” dikemas begitu komersil dan apik. Selayaknya ajang “Grammy Awards,” dengan mencekokkan paksa konsep “Gleason Map” yang disinformasi dan penuh anomali, dari sisi historikal atau ilmiah.

Itu tidaklah sebuah kebetulan wahai para truthseeker!

Seakan itu adalah “kemajuan” di kalangan pemerhati konspirasi, tapi kalau kita amati seksama dengan detil, justru kekonyolan yang sengaja dibuatnya loh.

Dari kemasan yang sangat komersil lewat reservasi harga tiket? tidak terbuka bagi publik, disertai yang sangat “kebetulan” dengan atensi – liputan dari media mainstream?

Disaat bersamaan kita justru menyadari, “Bagaimana mungkin sebuah fakta yang menggangu propaganda sistem justru dipromosikan sangat mudah oleh media yang justru mainstream?.”

Belum lagi Mark Sargeant yang memang “sengaja” berdandan layaknya personal yang konyol seperti dibawah ini. Tujuannya, menggiring persepsi publik bahwa flaters bertingkah laku sensasional, fenomenal. Agar digiring terlihat sama seperti para pemaham bumi datar yang juga “konyol” menurut mereka.

•••

Sebuah Kesimpulan

Memang agak sulit untuk mendiagnosa sebuah “controlled opposition” ini. Itulah alasan kenapa conspiracyindonevia hadir, mencoba untuk mendefinisikan apa yang hitam dan putih dengan lugas. Tanpa memiliki kandungan motif – tujuan pihak tertentu.

Jujur, agak berat ketika merangkai kata demi kata dengan mencari berbagai data – fakta untuk memberikan informasi tentang ini, karena kami yakin akan banyak yang mendadak kaget, sadar, mungkin juga kesal bercampur emosi dengan artikel ini.

Tetapi biarlah, kami mencoba, sepahit apapun esensi dari sebuah fakta itu sendiri, mau tak mau harus disampaikan.

Sekalipun berdiri diluar mainstream. Dibenci karena menyuarakan fakta ini sudah pasti, setidaknya kami mencoba mengabarkan. Simple!

memahami-trik-berjudul-controlled-opposition 

Mereka akan membuat para truthseeker terlihat semakin bingung, menuju kebenaran yang semu, ,sekedar euforia tok. Rancu,, sembari ditertawakan dibalik layar oleh para aktor pemeran “controlled opposition,” beserta juragannya. Sakit!

Itu kenapa kami tanpa tendeng aling-aling memperkenalkan siapa Jesuit, Bilderberg group, dan kawananannya. Disaat nama-nama tersebut sangat sensitif menyinggung beberapa keyakinan tertentu. Ya, karena memang realita yang tidak pernah disebut apa adanya begitu kawan!

memahami_trik_gaya_main_controlled_opposition
“The Illusion of Choice”

Sebuah esensi kebenaran sudah seharusnya dibukakan selebar-lebarnya, dari A sampai Z. Tanpa harus takut menyembunyikan pihak-pihak yang takut untuk disebut. 

 


conspiracyindonevia


 

Trik ini dibentuk dengan cara persuasif, yang kemudian menjadikan para truthseeker disinformasi dan tidak berujung pada muara sebuah esensi kebenaran yang sebenarnya mereka tuju. Mereka tidak menjawab euforia banyaknya pemaham teori konspirasi dengan represif, justru mereka memanipulasi arah – tujuan para truthseeker dengan agen-agen bayaran dan para aktor yang kadung terbujuk oleh oposisi.

Betul memang, semakin kita mendalami penuh kesadaran banyaknya kebohongan dan propaganda di dunia ini, kita tidak boleh fokus terhadap kepada subyek (figur) sang pemberi informasi, melainkan fokus kepada “apa” dari isi informasi tersebut (substansi),

Dalam Islam dikenal filosofi “undzur maa qoola walaa tandzur man qoola.” , jangan melihat siapa yang mengatakan, tetapi lihatlah apa yang dikatakan. Patut dicontoh, dengan syarat: substansi yang disampaikan sudah dipastikan valid mengandung sebuah kebenaran yang objektif.

Pertanyaanya, bagaimana bila substansinya itu sendiri, justru mengandung kerancuan dan penuh bias-bias bermuatan politis?

Ada baiknya kita telusuri, dari siapa dan dari mana substansi itu terlontar keluar?

memahami-trik-berjudul-controlled-opposition-conspiracyindonevia

Pepatah Jawa kuno bilang, kita harus mengetahui bibit, bobot dan bebet-nya. Kita harus mendalami, asal-usul histori, apa, kenapa dan siapanya. Hanya ini jalan tengah untuk menjawab problematika fakta dari teori konspirasi-konspirasi di dunia.

Apakah kita tahu siapa yang mengucapkan pernyataan tersebut? apa latar belakangnya? dan kenapa terlontar hal itu?

Ini adalah keharusan, disaat substansi dari topik yang dilontarkan ternyata sudah terbukti mengandung bias-bias kerancuan yang tidak sepenuhnya benar.

Ketika memulai sadar karena ketidak beresan yang terkuak, janganlah mau untuk “dibonsai.” Bonsai sengaja dibentuk dengan karakteristik tidak kecil namun tidak juga besar, “segitu-gitu aja,” kalau dibilang.

“Dikerdilkan untuk dikontrol, digiring untuk dibentuk, sampai kita berputar disitu-situ saja. Itulah “controlled opposition” bermain.”

Marilah kita cari bersama seiring, bagaimana esensi sebuah kebenaran yang terkuak itu dari hulu sampai ke hilirnya. Bukan sekedar partisi kawan!

memahami-trik-berjudul-controlled-opposition

Bagaimana dengan prediksi yang dikemas dalam board game di tahun 1994-95: “Illuminati cards.” Seringnya menyajikan prediksi seakurat Nostradamus menyatakan ini:

memahami-trik-berjudul-controlled-opposition

Kemudian muncul prediksi seperti ini:

memahami-trik-berjudul-controlled-opposition

Anggaplah sebuah “kebetulan” yang sekian ratus atau ribu kalinya. Ehm.

Kamu bisa mencari tahu, meneliti dan meriset sendiri pola dari “controlled opposition” dan “the end of fake flat earth” dengan video dibawah berikut ini. Cheers!

Bila memang terdapat banyak kesalahan dalam artikel ini, kami dengan pemikiran terbuka menerima saran dan kritik berdasarkan analisa berbagai sumber. Demi sebuah kebenaran itu sendiri. Cheers! 


Referensi via steemit farmwars.info bibliotecapleyades

BACA JUGA  Terungkap! Rockefeller Dibalik Sistem Pendidikan Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *