Halo sobat …selamat datang di Conspiracy Indonevia!. Akhir-akhir ini Indonesia di olgemparkan eh sebuah konspirasi bumi datar, namun siapakah pencetus teori bumi datar tersebut baiklah mari kita cari dalang diablik teori bumi datar ini.

Mungkin sebagian orang akan merasa aneh  dengan kata-kata Bumi Datar  dan tersentak berkata “Apa bumi itu datar?”

“Gak salah tu?”… hehehehe….”ngawur kamu masak bumi itu datar”…”Ah ngaco itu, kalo bumi itu datar trus ujungnya mana???”

Semua itu adalah jawaban apabila seseorang pertama kali  mendengar tetang teori bumi datar. Baiklah mari kita terlursuri siapakah pencetus teori bumi datar tersebut?

Sejarah Teori Bumi Datar

Kepercayaan bahwa Bumi berbentuk datar merupakan ciri khas  kosmologi kuno sampai sekitar abad keempat SM. Pencetus  teori Bumi  Datar adalah pria asal Inggris yaitu  Samuel Rowbotham (1816–1884).

Samuel Rowbotham

Rowbotham menulis sebuah buku setebal 430 halaman yang berjudul Earth Not a Globe, menurut pandanganya bumi adalah sebuah cakram datar yang berpusat di kutub utara dan dikelilingi oleh dinding es Antartika, sementara matahari dan bulan berjarak sekitar 4800 km (3000 mil) dankosmos berjarak 5000 km (3100 mil) di atas bumi.

Salah satu percobaan yang dilakukan oleh Samuel Rowbothma adalah Bedford Experiment di tahun1838 , Bedford sendiri adalah sebuah sunga di Norfolk Inggris. Percobaan ini di laukkan untuk membuktikan apakah bumi benar-benar bulat seperti bola (spher) dan untuk menentukan dimana batas jarak lengkunga bumi (curvature).

Bedford Experiment

Berdasarkan para ahli yang mengataka bahwa total luas lingkaran bumi adalah 25.000 mil,
perhitungan secara matematis bila total luas lingkar bumi 25.000 mil seharusnya dalam jarak 5 mil (9.7 km) sudah ada lengkuangan (curvature).

Tapi Samuel Robowtham ini mencoba meliahat kapal setinggi 5 kaki menggunakan teleskop yang didirikan setinggi 8 inch yang di taruh di atas air sungai Bedford dan begitu kapal tersebut sudah melewati jarak lebih dari 6 mil (9.7 km) masih bisa terlihat denga jelas melalui teleskopnya.

Lokgikanya kalau emang benar bumi itu berbentuk bulat seperti bola (sphere) tidak mungkin kapal tersebut yang sudah melewati jarak 6 mil masih bisa terlihat walaupun pakai teleskop karena sudah berada dibalik lengkungan bumi.

Rowbotham mendirikan Zetetic Society di Inggris dan New York, serta mengedarkan lebih dari seribu eksemplar Zetetic Astronomy.

Zetetic Astronomy
Zetetic Astronomy

Setelah Rowbotham meninggal, Lady elizabeth Blount, istri  Sir walter de sodington Blount, mendirikan Universal Zetetic Society, menerbitkan majalah The Earth Not a Globe Review, dan terlibat aktif sampai awal abad dua puluh.

Sebuah jurnal Bumi Datar, Earth: a Monthly Magazine of Sense and Science, diterbitkan antara 1901–1904, dan disunting oleh Lady Blount sendiri. Pada 1901, dia mengulangi Percobaan Level Bedford yang dimulai oleh Rowbotham dan memotret efeknya. Hal ini memicu korespondensi di majalah  English Mechanic, dengan beberapa klaim yang menentang.

Di kemudian hari, itu menjadi terkenal karena terlibat penipuan yang melibatkan praktik dental.Setelah Perang Dunia II, organisasi ini secara pelan-pelan mengalami kemunduran.

BACA JUGA  Bumi Datar Bukanlah Konspirasi Terbesar Manusia

Flat Earth Society

Pada 1956, Samuel Shenton mendirikan International Flat Earth Society sebagai organisasi penerus dari Universal Zetetic Society. Dia menjalankan organisasi ini dari kediamannya di Dover, Birtania.

Shenton lebih tertarik pada ilmu pengetahuan dan teknologi alternatif sehingga pada organisasi ini, penekanan pada argumen keagamaan jauh berkurang dibanding pada organisasi pendahulunya.Tidak lama setelah pendirian Flat Earth Society, satelit buatan pertama berhasil diluncurkan . Foto-foto yang diambil oleh satelit di luar angkasa kemudian memperlihatkan bahwa bumi adalah bulat. Akan tetapi Flat Earth Society tetap meyakini bahwa bumi itu datar.

Shenton meninggal pada 1971 dan Charles K. Johnson mewarisi sebagian koleksi perpustakaan Shenton dari istri Shenton. Johnson lalu mendirikan dan menjadi presiden International Flat Earth Research Society of America and Covenant People’s Church di California. Di bawah kepemimpinannya, selama lebih dari tiga dekade berikutnya, Flat Earth Society berkembang sampai mencapai sekitar 3000 anggota.

Model bumi terkini yang dibuat oleh Flat Earth Society memperlihatkan bahwa bumi berbentuk cakram, dengan  Kutub Utara sebagai pusatnya sedangkan Kutub Selatan merupakan dinding es di pinggiran bumi. Peta tersebut mirip dengan peta pada bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang oleh Johnson digunakan untuk untuk memperkuat pendapatnya.

Perkumpulan ini mencapai 2,000 anggota pada masa puncaknya di bawah kepemimpinan Charles K. Johnson. Organisasi ini harus menghadapi bukti ilmiah yang sangat banyak dan opini publik yang meyakini bahwa Bumi itu bulat. Istilah “flat-earther” kemudian digunakan untuk 

menyebut seseorang yang secara keras kepala berpegang pada ide-ide yang didiskreditkan atau ketinggalan zaman.Flat Earth Society mulai mengalami kemunduran pada tahun 1990-an, dan semakin terpuruk setelah terjadinya insiden

kebakaran di kediaman Charles K. Johnson yang memusnahkan seluruh catatan dan data kontak anggota Flat Earth Society. Charles K. Johnson sendiri meninggal pada 19 Maret 2001.

Flat Earth Society modern

Daniel Shenton telah membangkitkan kembali organisasi Flat Earth society. Shenton mengatakan bahwa dia memiliki 60 anggota. Laporan tersebut juga menyatakan Shenton memiliki situs web yang di dalamnya terdapat buletin organisasi dari tahun 1970-an dan 80-an.”

Pencetus Teori Bumi Datar
Daniel Shenton

Hingga saat ini  Flat Earth society semakin berkembang hingga puluhan ribu pengikut terdiri dari organisasi atau komunitas kecil. Dengan Teknologi semakin maju banyak orang yang melakukan riset dan eksperimen sendiri untuk membuktikan tentang teori Flat Earth. Ratusan  artikel di Blogger dan video di Youtoube yang sudah mulai banyak di unggah oleh beberapa orang di dunia untuk melakukan riset tentang bumi datar.

Akankah konspirasi bumi datar ini berlanjut di Indonesia? atau sebaliknya malah menjadi bahan bulyan di media sosial. Nantikan di Conspiracy Indonevia kabar berikutnya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *