the_protocol_of_zion

Zionis yang berasal dari kata Zion, dinukil dari Taurat sebagai sebutan untuk bumi Yerusalem dan bangsa Israel. Zionis adalah nama Gerakan Politik untuk membangun Kerajaan Israel Raya dengan agama Yahudi sebagai agama negara.

Kota Basel dan Theodor Herzl

Etimologi kata “Israil” sendiri pada mulanya diperuntukkan sebagai nama Nabi Ya’qub AS, yang kemudian keturunan beliau disebut dengan Bani Israil. Namun kini, kata Israel sudah dipopulerkan sebagai nama suatu bangsa dan negara.

Dalam Kongres Zionis Pertama di Basel – Swiss pada tahun 1897, yang melahirkan Protokol Zionis yang dalam bahasa Inggris disebut The Protocols of Zion. Kongres tersebut juga membentuk Organisasi Zionis Dunia (World Zionist Organization) yang diketuai oleh Theodor Herzl.

The_Protocol_of_Zion
Theodor Herzl

Theodor Herzl adalah tokoh utama gerakan Zionisme. Ia dididik dalam semangat pencerahan Yahudi Jerman dan mengapresiasi budaya modern.

Entah kebetulan di  tahun 1921, protokol tersebut bocor dan sampai ke tangan Pendeta Orthodox Rusia, Sergey Nylos, yang kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Rusia. Pada tahun 1927, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh wartawan Inggris, Victor E Marden, dengan judul ”The Protocols of The Learned Elders of Zion”.

the_protocol_of_zion
The Protocol of Zion

Intisari Protokol Zion

Di tengah masyarakat telah beredar beberapa versi Protokol Zionis, namun jika dicermati hanya perbedaan redaksi dan penyampaian saja, ada yang rinci dan ada yang global, sehingga intisarinya tetap sama dan serupa, yaitu sebagai berikut :

Pertama. Manipulasi Falsafah Kemerdekaan, Persamaan dan Persaudaraan dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang senang bebas dan bersenang-senang, sehingga mudah dikuasai.

Kedua. Menciptakan ketegangan antara Pemerintah dan Rakyat di berbagai negara, dan mengadu domba antar negara, dengan mengeksploitasi pemikiran Darwin, Karl Marx, Adam Smith dan Nitche, melalui penguasaan Media.

BACA JUGA  Memahami Trik Berjudul "Controlled Opposition"

Ketiga. Memprovokasi para Politisi agar berebut kekuasaan melalui Partai Politik dengan segala cara, dan memanfaatkan serta mengadu domba para buruh dengan para orang kaya (konglomerat), untuk kepentingan perusahaan Yahudi.

Keempat. Membangun Gerakan Freemasonry secara besar-besaran di seluruh Dunia dan menanamkan sikap Atheisme dengan bungkus Liberalisme kepada umat beragama diluar Yahudi, agar tidak ada lagi umat beragama yang memusuhi Yahudi.

Kelima. Hinakan semua Tokoh Agama Non Yahudi di pandangan masyarakat, dan jauhkan masyarakat dari ajaran Agama selain Yahudi, serta ciptakan pertikaian antar umat beragama di luar Yahudi.

Keenam. Membangun Lembaga Keuangan Dunia untuk menguasai Ekonomi sekaligus menjerat semua negara agar tunduk kepada aturan Yahudi.

Ketujuh. Penguasaan Media untuk membentuk dan membuat opini umum sesuai kemauan Yahudi, sekaligus memperalat Amerika dan Eropa untuk menekan atau menyerang negara mana saja demi melindungi kepentingan Yahudi Internasional.

Kedelapan. Mencetak sarjana dan cendikiawan serta ekonom dan politisi di berbagai negara melalui doktrin di perguruan-perguruan tinggi Amerika dan Eropa dengan kurikulum Yahudi, agar pro Yahudi.

Kesembilan. Merekrut pejabat dan menguasai departemen-departemen vital di berbagai negara seperti Pendidikan dan Keuangan serta Militer untuk bekerja bagi kepentingan Yahudi, sehingga setiap saat bisa dikendalikan dan diatur, bahkan dihancurkan.

Kesepuluh. Menciptakan pejabat korup di berbagai negara, baik di jajaran Legislatif mau pun Eksekutif atau pun Yudikatif, agar mudah dikendalikan sesuai kemauan Yahudi.

Sebelum lanjut di urutan kesebelas dan seterusnya, coba kita kaji ulang dan cerna: apakah protokol ini sekedar konspirasi hisapan jempol? atau alur cerita di atas sudah sering kita alami dan lihat pada kenyataanya?

Sekali lagi, apakah ini kebetulan atau isapan jempol bernama konspirasi?. Kamu yang tentukan.

Via myjewishlearning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *