Sejarah Perang Dingin

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”#ff1419″ class=”” size=””]Perang dingin ini berlangsung setelah berakhirnya perang dunia  ke-2 tepatnya pada tahun (1945-1991). Kehancuran yang terjadi setelah perang dunia ke-2 memang membawa kerugian yang sangat besar bagi negara-negara yang terlibat perang. Namun tahukah anda ada perang lagi yang tidak kalah heboh dari perang dunia I dan II.[/perfectpullquote]

Yakni antara dua negara adikuasa Amerika serikat wilayah barat dan Uni Soviet wilayah timur yang muncul sebagai pemenang di perang dunia ke II setelah mengalahakan NAZI dan sekutunya.

Berikut penjelasan lengkapnya tentang sejarah perang dingin. Perang Dingin 1945-1991.

Latar Belakang Perang Dingin

Pasti pada bertanya-tanya kenapa dinamakan perang dingin ???  apakah perang terjadi di musim dingin ??? Bukan !!! disebut perang dingin karena kedua belah pihak yaitu Amerika dan Uni Soviet tidak terlibat dalam aksi militer secara langsung, melainkan  keduanya bersaing dalam bidang militer, teknologi,ekonomi,intelejen dan politik.

Pasca perang dunia ke-2 Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk mensejahterahkan negara-negara Eropa, dengan ini Amerika menfasilitasi dengan program Marshall Plan untuk Eropa Barat.

Uni Soviet pun juga mengeluarkan program untuk mensejahterahkan Eropa Timur melalui COMECON. Kedua negara adikuasa ini sama-sama menjadi kreditur terbesar di dunia bagi negara eropa.

•••

Faktor utama yang menyebabkan perang dingin

Ada tiga faktor mendasar yang menyebabkan kenapa perang dingin ini harus terjadi dengan berbagai alasan dibawah ini:

Penyebaran ideologi

Kedua negara tersebut memiliki ideologi yang berbeda Amerika dengan ideologi Liberal Kapitalis sedangkan Uni Soviet Komunis. Paham Liberal kapitalis (AS) dimana setiap individu bebas berpikir dan bertindak memungkinkan kapitalisme berkembang dengan subur dan ini sangat bertolak belakang dengan sosialis komunis (US). Uni Soviet sangat yakin ideologi mereka sosialis komunis yang sangat mudah diterima oleh masyarakat eropa khususnya.

Keinginan untuk Berkuasa

AS dan Uni Soviet mempunyai keinginan untuk menjadi penguasa di dunia dengan cara-cara yang baru. AS sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkembang berupa pinjaman modal untuk pembangunan dengan harapan bahwa rakyat yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya dan dapat menjauhkan pengaruh sosialis komunis.

Masyarakat miskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis komunis. Uni Soviet yang mulai kuat ekonominya juga tidak mau kalah membantu perjuangan nasional berupa bantuan senjata atau tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi negara-negara tersebut.

Berdirinya pakta pertahanan

Guna mengatasi berbagai perbedaan yang ada dan kepentingan untuk dapat berkuasa maka negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan pakta pertahanan yang dikenal dengan nama NATO(North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara. Anggota NATO yaitu  Inggris, Irlandia, Norwegia, Denmark, Belgia, Jerman Barat, Belanda, Luksemburg, Prancis, Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat

Sementara untuk mengimbangi kekuatan NATO pada tahun 1955 Uni Soviet mendirikan pakta pertahanan yaitu PAKTAWARSAWA. Anggota Pakta Warsawa yaitu Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur,Hongaria, Polandia, dan Rumania. Berdirinya kedua pakta tersebut menyebabkan muncul rasa saling curiga, ketidakpercayaan, dan kesalahpahaman antara kedua blok baik blok barat maupun blok timur.

Amerika dituduh menjalankan politik imperialis untuk mempengaruhi dunia sementara Uni Soviet dianggap melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara demokrasi melalui ideologi komunisme.

•••

Alur jalannya perang dingin

Awal muasal kedua negara super power tersebut berada dalam satu sekutu dan memenangkan perang terhadap Jerman, Italia, dan Jepang.  kemenangan total Sekutu tersebut tidak diikuti dengan terciptanya perdamaian sejati. Persekutuan AS dan US ditandai dengan perbedaan ideologi yang kontras antara kapitalis-liberalis dan sosialis-komunis.

Pada 2 Agustus 1945, Joseph Stalin (Uni Soviet), Harry S Truman (AS) dan Wiston Churchill (Inggris) melakukan pertemuan besar yang disebut dengan Konferensi Postdam.

Konferensi Postdam

Presiden US, Harry S. Truman, memiliki kebijaksanaan yang berbeda. Dia menginginkan diselenggarakannya pemilu yang bebas di seluruh negara-negara di Eropa Timur.  Stalin (Uni Soviet)  menolak usulan tersebut dengan mengatakan, “Sebuah pemerintahan yang dipilih secara bebas di Eropa Timur akan membentuk “pemerintahan anti Uni Soviet” dan kami tidak akan mengizinkannya.”

Perbedaan pandangan antara US dan Uni Soviet dalam Konferensi Postdam tersebut dianggap sebagai kunci asal mula Perang Dingin. Pada Maret 1946, mantan PM Inggris, Wiston Churchill, ketika mengunjungi Amerikat Serikat, menyatakan di depan publik Amerika bahwa “Iron Curtain atau Tirai Besi” telah digelar diseluruh daratan Eropa dengan membagi Jerman dan Eropa ke dalam dua kubu yang saling berlawanan.

Segera setelah itu muncul kembali sikap emosional dan sikap mencela orang Amerika Serikat terhadap Stalin serta Uni Soviet. Sikap tersebut kemudian menjadi bagian dari kehidupan politik Amerika Serikat di era Perang Dingin. Amerika Serikat sendiri meresponnya dengan melakukan mobilisasi diberbagai bidang dengan cepat.

Agen-agen intelijen rahasia Stalin diseluruh dunia memanaskan situasi dengan terus mempropagandakan pentingnya “perjuangan ideologi melawan imperialisme kapitalis.” Partai Komunis besar dan terorganisasi dengan baik di Italia dan Perancis mengungkapkan rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih Eropa dan dengan agresif menentang pemerintahan mereka melalui cara-cara kekerasan dan pemogokan.

Untuk menyikapi Uni Soviet, Amerika Serikat melalui Doktrin Presiden Truman melaksanakan politik containing atau pengepungan terhadap komunisme di kawasan yang sudah dikuasai oleh Tentara Merah (Uni Soviet). Truman meminta kepada Kongres AS untuk mengirimkan bantuan militer ke Yunani dan Turki. Agar negara-negara Barat tidak jatuh ke tangan komunis, AS juga menawarkan program bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara Eropa melalui Marshall Plan.

Stalin menolak program bantuan Marshall Plan bagi semua negara-negara Eropa Timur. Sebagai jawaban terhadap rencana tersebut, Stalin segera membersihkan unsur-unsur anti komunis dalam tubuh pemerintahan Eropa Timur dengan membentuk sistem Pemerintahan Soviet, yaitu sistem satu partai komunis.

•••

Situasi perang dingin mulai menurun (Detente)

Sejak 1970-an hubungan antarnegara dunia mulai membaik dan ketegangan dalam perang dingin mulai berkurang. Peredaan ditandain oleh peristiwa sebagai berikut.

Pertama. Isu Berlin Barat dapat diselesaikan dalam meja perundingan tahun 1971.

Kedua. Inggris mulain bergabung dengan masyarakan ekonomi eropa

Ketiga. Negara barat mulain menjalin hubungan diplomatik dengan RRC pada 1973

Keempat. Terjadi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan ditandatanganinya persetujuan SALT1 (Strategic Arm Limited Task) dan SALT2 atau pembatasan persenjataan strategis

Kelima. Presiden Ronald Reagen meningkatkan kemampuan persejataan yang mempengaruhi sikap Mikhail Gorbachev untuk melakukan persetujuan pembatasan nuklir balistik tahun 1987

Keenam. Keberhasilan Partai Komunis Cina (PKC), pasca meninggalnya Mao Tse Tung di RRC.

Akhir Perang Dingin (1989)

Akhirnya As dan Uni Soviet melakukan pertemuan dua hari di kapal Layar Soviet, Maxim Gorky. Mereka sepakat untuk menghentikan perang dingin diantaranya keduanya.

Dimana hasil pertemuan mereka adalah:

Pertama. Baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet akan mengurangi jumlah pasukan dan persenjataan di benua Eropa.

Kedua. Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev berkata bahwa tidak akan memulai perang terbuka denga AS.

Ketiga. Presiden AS George Bush berkata bahwa baik Uni Soviet maupun Amerika bisa berdamai dan melakuakn kerja sama.

•••

Referensi via hidupsimpel, hariansejarah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *