Perang Dunia ke-2 karya Tavistock, The Beatles hasil Tavistock. Feminisme, hedonisme dan konsumerisme juga lahir berkat ideologi Tavistock.

Tavistock Institute adalah Think-tank. Otoritas di atas otorisasi!

Sudah sering kita mencoba mencari pangkal, asal muasal; darimana rancangan globalisasi ini sangat begitu rapih, tersusun teragendakan!

“Kita seakan sulit menembus deep inside the rabbit hole, Alice in Wonderland bilang.”

Darimana awalannya? Dimanakah pabrik untuk memproduksi semua ini? bagaimana metode pengaplikasiannya? Kok bisa? ajaib! selayaknya kaderisasi tiada henti silih berganti jaman ke jaman?

The Masterplan: Tavistock Insititute!

Pernyataan shahih terungkap bocor lewat mantan intelijen MI-6, John Coleman. Bagaimana institusi yang menjadikan pemikiran Freudian sebagai acuan ini, sangat mengontrol semua pemikiran – perilaku miliaran manusia saat ini.

“Semua pemikiran – persepsi miliaran publik dalam keseharian adalah salah satu output karya Tavistock.”

Jikalau semua propaganda demi propaganda yang terekam sejarah itu diibaratkan  komoditas yang berwujud sebuah produk jadi; maka Tavistock adalah sebuah blueprint. 

Produk mustahil eksis tanpa adanya denah – rancangan blueprint.  Tavistock semacam Mage (sorcerer) yang identik dengan peran antagonis dalam tiap dongeng ribuan tahun lalu peradaban kuno. Mage adalah cenayang, ia mampu memprediksi masa depan; Tavistock justru lebih dahsyat berkali lipat dari seorang Mage, selain memprediksi, mereka juga mampu mengontrol pikiran – perilaku manusia.

Ditunjang berbagai elemen pendukung, mulai dari media masa, insitusi pendidikan, NGO, pemerintahan, sampai militer. Tavistock menggurita dalam mengatur semua skenario tanpa mudah terendus.

Tavistock Institute sama sekali jarang tersentuh, sulit terungkap publik. Karena kuatnya peran controlled opposition menutupi eksistensi Tavistock. Ditambah, label awalan ‘institusi’, membuat awam tidak menaruh kecurigaan besar dengan Tavistock.

Konon nilai valuasi yayasannya. seharga 6 milliar dollar! dengan 10 institusi perpanjangannnya dan 3000 grup studi beserta think-tank di penjuru dunia! cadas!

London 1947 + Wellington House

Tahun 1947 Tavistock resmi terpisah dari Tavistock Clinic. Sebelumnya, Tavistock masih dikenal dengan Tavistock Clinic, karena berisikan anggota aktif selama perang dunia kedua.

Untuk itu, di tahun 1947 Tavistock berdiri sendiri dengan nama Tavistock Institute of Human Relation (TIHR). Rockefeller yang kelebihan pundi-pundi uang hasil monopoli perminyakan di Amerika, mengganjar Tavistock fasilitas demi fasilitas.

Tavistock pertama kali dibentuk, berdalih organisasi independen yang mengedepankan riset di lingkup ilmu sosial, dengan keterlibatan praktisi profesional di dalamnya.

Periode 1950 – 1960an Tavistock mengklaim sudah memiliki pendapatan sendiri dari kolaborasi proyek mereka bersama perusahaan-perusahaan besar seperti: Unilever, Shell dan Bayer.

Nabi dan panutan mereka adalah guru dari para psikolog dunia yang terkenal dengan konsep psikoanalisis-nya, Sigmund Freud, pasca kedatangannya di London pada tahun 1938; Freud dan sang anak, Anna Freud langsung difasilitasi mansion mewah di Maresfield Gardens oleh Putri Bonaparte.

masterplan_cuci_otak_dan_propaganda_publik_itu_tavistock

Tavistock persis memiliki motif dan milestone goals yang sama dengan Wellington House sebelumnya di tahun 1913: mempengaruhi, menggiring dan mengontrol persepsi, opini dan perilaku publik massa untuk mendukung propaganda perang dunia pertama.

tavistock_masterplan_dari_semua_cuci_otak_dan_propaganda_publik

 “To Influence.” Senjata Mematikan Khas Tavistock!

Tavistock mengharamkan metode direct seperti peperangan militer dalam melancarkan propaganda mereka. Tavistock menggunakan senjata massal nan mematikan; “To influence.” Untuk mempengaruhi, mempersepsikan.

“Tavistock Insitute adalah Psychological warfare, brainwash, propaganda, advertising, belum lagi social engineering mass mind control.”

Senjata pemusnah massal mereka adalah ghazwul fikri, atau perang pemikiran. Assymetric Warfare. Mereka mempengaruhi – mengontrol publik tanpa sadar (unconsciousness).  Menurutnya, untuk mempengaruhi perilaku seseorang, berbagai proses aksi – reaksi harus saling berkaitan dan berjalan. Berkesinambungan dengan pola tertentu.

Mereka sangat mengenali karakter kognitif dalam diri manusia, mereka tahu bagaimana caranya memanipulasi informasi yang sifatnya opini untuk digiring menjadi sebuah realita – fakta, dan sebaliknya. Disesuaikan dengan tujuan tersembunyi mereka dan kawanannya.

Dengan menghancurkan akar fundamental sisi pemikiran manusia. Niscaya, selepas destruktifnya pola pikir manusia, otomatis perilaku mereka turut berubah!

Diperkuat dengan ucapan Edward Bernays, sang keponakan Freud dalam bukunya “Propaganda” (1928):

BACA JUGA: The Father Of Propaganda, Edward Bernays.

“They pulled the wires which control the public mind, harness old social forces and contrive new ways to bind – guide the world.”

Mereka menarik tali-tali yang dimana sudah menancap untuk mengontrol persepsi publik, mengikat tatanan sosial untuk memandu peradaban di dunia.

Bernays adalah orang yang mempopulerkan istilah publik survei (public opinion poll) dalam mempengaruhi persepsi publik sebagai instrumen propaganda politiknya.

Sejatinya mereka justru mengubah perilaku – persepsi manusia melalui indoktrinasi tak terlihat yang disusupi lewat kebijakan-kebijakan populer publik via system pemerintahan, kapitalisasi industri, marketing & branding beserta advertising.

Belum lagi ditunjang perangkat hardware cuci otak yang ada di tiap-tiap ruang tamu miliaran manusia bernama televisi yang dibantu internet.

Tavistock sangat bergantung terhadap Freud, Jung dan Hegelian dialectic (dialektika Hegel). Thesis, anti-tesis dan sintesis. Sebagai agen perubahan, jalan keluar dari permasalahan yang hadir justru dibuat oleh mereka sendiri.

Bayangkan! semua figur-figur populer yang tercatat oleh ‘sejarah’ berada di balik Tavistock!

Hegelian Dialectic

Proses tersebut akan sangat kompleks dan terkoneksi, yang dapat disimpulkan dengan berbagai kategori seperti:

Menciptakan struktur kognitif tertentu. Menciptakan – mengembangkan berdasarkan struktur motivasi yang melandasi pemikiran manusia. Dan struktur perilaku tertentu sebagai akhiran yang diinginkan untuk ‘dibentuk’ sesuai tujuan misi tersebut.

Dalam pengertian lain, sikap perilaku sangat didasari oleh keyakinan-keyakinan, opini-opini dan fakta-fakta yang ‘diharapkan’ seseorang. Tergantung kebutuhan, tujuan, dan nilai yang mereka inginkan.

Maka itu, untuk meracuni publik – massa secara eksternal, dari luar ke dalam, sangat dibutuhkan kecakapan untuk mempengaruhi dalam aspek dan lingkup tertentu.

Salah satu program masif yang belakangan ini akan dipopulerkan walaupun menabrak rasional logika dan keyakinan umat beragama melalui kampanye LGBT.

Bagaimana “Human Relations,” jurnal ilmiah yang ditemukan enam puluh tahun lalu oleh Tavistock Institute & Social Research University Michigan, sampai saat ini masih dijadikan acuan legal akademisi urusan psikologi perilaku manusia – publik.

Karena itulah, setiba Tavistock menjejakkan kakinya di “Land of Opportunity,” Amerika  Tavistock memiliki downline – network di bidang edukasi, ekonomi, dan pemerintahan.

Melebarkan Sayap ke Tanah Pengharapan, Amerika Serikat

Amerika, yang populer dengan sebutan “The Land of Opportunity,” daratan yang menjanjikan, penuh pengharapan akan kehidupan yang lebih baik, menjadi target utama eksodus-nya indoktrinasi Tavistock.

Caranya?

Penetrasi indoktrinasi mereka via sebuah otorisasi; lembaga pendidikan, sosial dan NGO. Bermain cantik selayaknya infiltran seharusnya. Tavistock datang ke dataran Amerika melalui Kurt Lewin, CIA, Operasi Paperclip, MIT, sampai guru dari LSD, Aldous Huxley.

LSD sangat populer di Amerika pada periode tahun 60-70an di kalangan Flower Generation, atau Hippies.

Jaringannya sudah melebar dimulai dari University of Sussex sampai dengan Stanford Research Institute (SRI), Esalen, Hudson Institute, dan MIT. Belum lagi Center of Strategic and International Studies (CSIS) yang berawal di kota Georgetown, Amerika Serikat.

Belum lagi, kaki tangan secret groups-nya Tavistock antara lain; Mont Pelerin Society, Trilateral Commission, Ditchley Foundation dan  Club of Rome. 

Mencengangkan? tunggu dulu, masih banyak lainnya yang akan kita ungkap. Teruskan scroll ke bawah.  

Menyusup Lewat Celah Dinding Edukasi

Sebelumnya, tidak dipungkiri bahwa pendidikan modern yang kita gunakan sampai detik ini adalah produk neo-nazi yang dimodifikasi oleh Horace Mann sepulangnya dari Prussian, Jerman.

Selintas pola yang diadopsi sama persis, Tavistock juga bergerak melebarkan sayapnya ke Amerika lewat tembok-tembok lembaga edukasi yang sebelumnya sudah ‘dibentuk’ oleh system.

Andil Operation Paper Clip yang dilancarkan pihak Amerika Serikat untuk memboyong ilmuwan bubaran NAZI pun sangat berandil dalam perkembangan Tavistock.

Stanford Research Institute (SRI) nan fenomenal itu ternyata downline Tavistock yang dibentuk di tahun 1946. Lewat SRI tavistock leluasa mengontrol asosiasi pendidikan nasional.  The Institute of Social Research at The National Training Lab mengembangkan program cuci otak level eksekutif bisnis dan pemerintahan.

Di hari ini, divisi teknologi Stanford terkoneksi dengan 2500 anak grup lainnya, seperti; CIA, Bell Telephone Laboratories, U.S Army Intelligenecen, MIT, Harvard dan UCLA.

Stanford memainkan peran penting sebagai pusat data yang mengumpulkan semua dokumentasi ARPA.

Wharton School of Finance di Pennsylvania. Juga satu dari downline Tavistock yang fokus di bidang finansial – perekonomian.

Hudson Institute. Memiliki peran dalam kebijakan pertahanan – riset negara dan relasi dengan USSR (Uni Soviet). Hudson berstatus sangat rahasia (confidential) di mata public terkait peran mereka dalam program cuci otak oleh Committee of 300. Salah project terbesar mereka yaitu pertahanan sipil, keamanan nasional, kebijakan militer dan pengendalian sejata.

National Training Laboratories. Didirikan tahun 1947 oleh jaringan Tavistock di Amerika. NTL memiliki peran krusial dalam mencuci – memprogram ulang petinggi – petinggi dalam pemerintahan, institusi pendidikan dan birokrasi.

NTL mengkaderisasi petinggi-petinggi tersebut untuk menerapkan sesi grup khas Tavistock sembari menularkan pemahaman-pemahaman Tavistock.

 Kurt Lewin menjadi direktur Tavistock di tahun 1932. Ia salah satu imigran yang datang diam-diam ke Amerika Serikat, kemudian mendirikan Harvard Psychlogy Clinic.

National Education Association. Dibentuk pada tahun 1950 sebagai asosiasi  terbesar yang menaungi para guru di Amerika Serikat. Walaupun NEA terlihat dibentuk oleh Tavistock melalui NTL, pada tahun 1964 NTL menjadi bagian langsung dari NEA.

Disokong departemen pendidikan, NEA merancang program-program pendidikan – pelatihan guru tingkat sekolah dasar dan lanjutan.

Sampai di hari ini, Tavistock masih eksis dengan jurnal bulanan yang masih terus diluncurkan dengan judul Human Relations, diproduksi oleh Plenum Press. Memasuki masa ke-48 tahun jurnal tersebut.

 

 

Comments

Comments are closed.